Ita Muswita adalah sosok inspiratif yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam misi kemanusiaan. Sebagai relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), ia berperan sebagai bidan dan bagian dari tim medis di Jalur Gaza. Ita membawa pengetahuan dan pengalaman medisnya ke tengah zona perang, memberikan layanan kesehatan meskipun dihadapkan dengan berbagai keterbatasan
Ita memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan yang beragam. Ia memulai kariernya sebagai perawat dengan spesialisasi bedah ortopedi. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di bidang kebidanan, yang menjadi dasar keahliannya selama bertugas sebagai relawan. Kombinasi keahliannya sebagai perawat bedah dan bidan membuat Ita mampu menangani berbagai kondisi medis darurat dengan sigap dan terampil.
Ita tidak pernah membayangkan sebelumnya untuk memilih karier sebagai tenaga medis, apalagi terlibat di medan perang. Awalnya, keputusan untuk mendalami dunia medis hanya sekadar ikut-ikutan tanpa alasan yang jelas, dan dia tidak pernah memiliki niat menjadi sukarelawan sejak masa remaja.
Setelah menyelesaikan pendidikan keperawatan, Ita bergabung dengan MER-C pada tahun 2006, saat ia mendaftar sebagai relawan untuk membantu korban gempa di Bantul, Yogyakarta. Sejak itu, Ita aktif terlibat dalam penanganan berbagai bencana alam, konflik, dan krisis di dalam maupun luar negeri. Saat ini, Ita menjabat sebagai Kepala Divisi Bantuan Logistik di MER-C.
Dedikasi di Tengah Krisis
Selama 74 hari bertugas di Gaza, Ita menangani hingga 65 persalinan setiap harinya di Rumah Sakit Emirati, rumah sakit rujukan persalinan terbesar di Gaza Selatan. Ia dan timnya menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan peralatan medis, ketersediaan listrik yang minim, dan situasi keamanan yang tidak stabil. Dalam salah satu momen emosional, Ita membantu seorang ibu melahirkan anak ketiga, hanya seminggu setelah sang suami gugur dalam konflik.
Ita tidak hanya menjadi contoh dedikasi dalam bidang medis, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa dengan pendidikan, keahlian, dan keberanian, seseorang dapat membuat perbedaan besar, bahkan di tengah zona konflik. Ita berharap lebih banyak orang tergerak untuk mendukung misi kemanusiaan dan membantu mereka yang hidup di tengah kesulitan.
Kisah Ita Muswita mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dan bantuan kemanusiaan. Dedikasinya tidak hanya membawa harapan bagi masyarakat Gaza tetapi juga menjadi teladan keberanian dan empati di tengah dunia yang penuh tantangan.