Yuni Shara, penyanyi legendaris ini tidak hanya bersinar di panggung hiburan, tetapi juga memiliki kontribusi besar bagi masyarakat melalui pendirian sekolah PAUD di Kota Batu, Jawa Timur. Sekolah yang didirikan oleh Yuni Shara bernama Cahaya Permata Abadi, berfokus pada jenjang pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Dengan biaya hanya Rp3.500 per bulan, sekolah ini berhasil memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu. Selain pendidikan formal, sekolah ini menawarkan program tambahan seperti day care, playgroup, taman bermain, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung perkembangan anak secara holistik.
Siswa di sekolah ini mendapatkan layanan kesehatan lengkap, mulai dari pemeriksaan THT, pengecekan gigi, pemberian Vitamin A, hingga pengukuran berat dan tinggi badan. Selain itu, dalam penerapan program pendidikannya, sekolah ini menonjolkan enam aspek pengembangan, yaitu kognitif, bahasa, sosio-emosional, nilai agama dan moral, fisik motorik, serta seni. Dengan dukungan 14 tenaga pengajar yang semuanya lulusan sarjana PAUD, Yuni memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik. Hingga saat ini, Cahaya Permata Abadi telah memiliki lebih dari 100 anak murid yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.
Pihak sekolah mengklarifikasi bahwa di tahun 2024 ini biaya SPP sebesar Rp250.000/bulan sementara untuk biaya pendaftaran sebesar RP50.000/bulan. Hal ini dikarenakan kondisi wali murid yang sudah masuk kategori menengah ke atas sehingga biaya sekolah menyesuaikan kemampuan wali murid, Namun, untuk siswa kurang mampu, biayanya masih gratis. Pihak sekolah menggunakan skema subsidi silang. Jadi, murid dari keluarga mampu akan membantu murid dari keluarga kurang mampu.
Dalam perjalanan membangun PAUD ini, Yuni Shara tidak sendiri. Salah satu pendukung utama adalah Irwan Mussry, suami Maia Estianty, yang turut berkontribusi dalam pengembangan sekolah tersebut. Peran penting Irwan ini diungkapkan Maia melalui salah satu vlog di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, menunjukkan betapa kolaborasi dan kepedulian sosial dapat memberikan dampak yang besar. Kegiatan dan fasilitas sekolah ini sering didokumentasikan di akun Instagram resmi mereka, @cahayapermataabadi, memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Kisah Yuni Shara mengajarkan kita bahwa setiap wanita memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan, tidak peduli apa profesinya. Langkah kecil seperti berbagi ilmu, mendukung komunitas lokal, atau menginisiasi proyek sosial sederhana, bisa membawa dampak besar jika dilakukan dengan konsistensi.
Sebagai wanita, kita memiliki kekuatan unik untuk menciptakan perbedaan. Entah melalui pendidikan, kesehatan, atau lingkungan, kontribusi kita dapat memberdayakan lebih banyak orang di sekitar kita. Ingatlah, perubahan besar dimulai dari langkah kecil.